Mentawai : Modernisasi vs Kekayaan Budaya

   
Mentawai adalah suatu bentuk kearifan budaya lokal bukan etnis primitif yang inferior.
kita menginginkan agar masyarakat mengubah persepsi mereka mengenai kebudayaan suku mentawai. “Masyarakat dan kebudayaan Mentawai adalah bagian dari masyarakat dan budaya Dunia, pemerintah dan masyarakat harus mengakui eksistensi mereka,”
      Dilihat dari letak geografi, Mentawai memiliki kearifan budaya, seni serta kultur yang sangat kaya, ditambah dengan kekayaan alam yang begitu indah di mata dunia.
      Banyak hal yang mungkin dapat "menjual dan dijual" di mentawai mulai dari aset seni hingga kekayaan fisik alam dan warisan mentawai, hingga masa depan
minimnya pendidikan dan pemberdayaan berlandaskan nilai - nilai budaya, menciptakan arus generasi mentawai yang urang siap menghadapi modernisasi yang begitu cepat merambah hingga ke pelosok daerah.
      Pendidikan formal SD,SMP,SMA dan beberapa Akademi belum sanggup menciptakan generasi yang benar - benar terdidik, berdaya dan mampu membangun sumberdaya Mentawai.
   Dengan minimnya aset sumber daya manusia (SDM) dapat diasumsikan bagaimana Mentawai kedepan, bagaimana genersi mentawai kedepan,
   Saat ini Pemerintah sedang gembar - gembornya "melobi" beberapa perusahaan untuk pengadaan internet di mentawai, tapi apakah Internet akan menguntungkan daerah dan seluruh masyarakat Mentawai? atau hanya untuk "service" bagi penikmat alam mentawai saja? hingga kini masyarakat kecil hanya jadi korban ganasnya kaum intelektual dan kaum berpendidikan.
   Inilah sebuah sebuah cerita dibalik begitu banyaknya kekayaan dinegeri yang miskin..
   karena kebudayaan Mentawai adalah aset kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Bukan hanya dalam bidang budaya, tapi juga bidang lain seperti ekonomi. “Kebudayaan Mentawai bisa dimasukkan dalam kegiatan ekonomi kreatif. Seperti tradisi mengukir tato, perhiasan dari manik-manik dan alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang masih tradisional,”

sumber : antarasumbar.com suarakampus.com