BILOU , Keberadaan Primata Warisan Leluhur yang MULAI PUNAH

Bilou (hylobates klossii/kloss gibbon) atau kera kecil merupakan salah satu dari empat primata endemik Mentawai. Primata lainnya joja atau lutung (presbytis potenziani),  bokkoi (Macaca pagensis) dan simakobu (simias concolor). Hewan unik ini hanya dapat ditemui di hutan mentawai. mulai dari daerah Siberut, Sipora,Pagai Utara , dan Pagai Selatan

Keempat primata endemik ini menjadi bagian dalam kehidupan adat Mentawai.  Bokkoi dan simakobu misalnya, merupakan hewan buruan saat upacara eneget yakni upacara yang menandai seorang anak laki-laki masuk fase dewasa. Biasanya si anak akan dibawa ke dalam hutan dengan membawa  panah serta busur sebagai alat untuk berburu. 

Sementara bilou menjadi hewan pantangan dimakan oleh sikerei (ahli pengobatan) dengan sikebbukat uma (ketua uma) yang menjadi penjaga bakkat katsaila’ (tempat persembahan). Dalam punen (upacara adat), daging bilou tidak diperbolehkan ada. Sementara simakobu, merupakan salah satu roh dalam kepercayaan arat sabulungan (kepercayaan asal orang Mentawai)

Keberadaan Bilou saat ini sudah sangat memprihatinkan, perhatian warga dan pemerintah setempat sangat minim dalam hal plestarian. Beberapa riset asing mengenai pelestarian bilou telah dilakukan, namun kembali lagi pada kesadaran masyarakat.. seharusnya ini menjadi perhatian yang mendapat penanggulangan langsung dari lembaga terkait.. kedepan suara bilou masih akan memperingatkan setiap insan dibumi sikerei (mentawai) jika terjadi bencana alam. 

Kita berharap, dan secara langsung akan bersedia dalam pelestarian bilou, suara kita adalah motivasi agar warisan leluhur tetap akan ada, dan memberi pelajaran berharga bagi generasi selanjutnya.

sumber : wikipedia.com , puailiggoubat.com